Sial betul nasib Anah Syakila.
Awalnya Anah begitu senang mempunyai kekasih tampan bernama Rian yang dikenalnya melalui jejaring Facebook.
Mereka sudah berpacaran selama satu tahun. Tapi hubungan mereka selama ini hanya sebatas via online.

Melansir dari Surya.co.id, Anah berasal Kampung Lebuh RT 7, RW 001, Sangiangjaya Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak Banten. Sedangkan Rian berasal dari Tulungagung, Jawa Timur.
“Awalnya kenalan lewat Facebook, kemudian hubungan melalui WA (WhatsApp),” ujar Anah.
Selama pacaran, gadis malang itu begitu mencintai sang kekasih.
Apalagi saat Rian kerap mengirimkan foto-fotonya ketika sedang berkegiatan.
Rian nampak gagah seperti seorang pemuda kantoran, wajahnya juga begitu rupawan.
Sosok Rian tampan yang membuat Anah 'kesengsem' itu ternyata tidak nyata.
Segala kebahagiaan Anah mendadak runtuh ketika melihat sosok Rian secara langsung.
Selidik punya selidik, ternyata pria yang mengaku sebagai Rian itu mempunyai nama asli Sugeng.
Terbongkarnya identitas asli Rian alias Sugeng oleh Anah berawal dari pertemuan pertama mereka.
Sugeng yang mengaku sakit dan butuh perawatan, membuat Anah tak punya pilihan lain selain mendatangi kekasihnya di Tulungagung.
“Awalnya dia terus menyuruh saya datang ke Tulungagung, tapi saya tolak. Saya maunya dia yang jemput saya. Tapi karena dia mengaku sakit saya akhirnya berangkat,” kata Anah.
Perasaannya semakin senang saat Sugeng berjanji akan menikahi dirinya.
Belum lagi ada janji lain dari Sugeng yang akan mengganti ongkos perjalanan.
Menaiki kereta api, Anah akhirnya tiba di Stasiun Tulungagung, Senin (6/11/2017).
Namun saat Anah tiba, Sugeng tak menjemputnya.
Pria penipu itu malah memberikan arah jalan menuju Perempatan Cuiri, di Kecamatan Kauman.
Di tempat itulah Sugeng berjanji akan menjemput sang kekasih.
Kebenaran pun terungkap. Sosok lelaki tampan yang ia lihat di Facebook ternyata wajah aslinya sangat jauh dari harapan.
Anah sempat diajak ke Waduk Wonorejo, di Kecamatan Pagerwojo.
Nahas, bukannya ditemani dan menghibur hati Anah, Sugeng justru meninggalkannya di tempat tersebut.
Anah pun semakin kecewa, sudah ditipu, dirinya kini malah ditinggal begitu saja.
Dia kemudian melapor ke Mapolsek Pagerwojo.
Rian alias Sugeng dipanggil ke Mapolsek untuk menyelesaikan praharanya dengan Anah.
Ia juga diminta mengganti uang tiket yang telah dikeluarkan perempuan yang ditipunya.
Untung saja Sugeng tak dijerat dengan Undang-undang Informasi dan Transakti Elektronik (ITE).
namun jika dirinya mengulangi tindakan penipuan, pihak kepolisian bakal mengambil tindakan.
Akhirnya Anah bisa pulang kembali ke rumahnya, Kamis (9/11/2017), sambil diantar polisi ke stasiun Tulungagung.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar